Industri makanan dan minuman di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan sehingga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan. Meskipun sistem pemesanan berbasis kode QR telah mulai digunakan pada berbagai kafe, sebagian besar implementasinya masih bersifat semi self-service, dimana pelanggan dapat melakukan pemesanan secara mandiri tetapi pembayaran tetap dilakukan melalui kasir. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul kasir berbasis web-Android pada sistem Point of Sale yang mampu mendukung mekanisme self-service dan non-self-service dalam satu sistem terintegrasi tanpa memerlukan perangkat kiosk tambahan. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan Minimum Viable Product dengan Next.js sebagai framework frontend dan Supabase sebagai layanan backend. Aplikasi web kemudian diintegrasikan ke dalam platform Android menggunakan teknologi wrapper untuk mendukung penggunaan pada perangkat mobile. Evaluasi sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing dan User Acceptance Testing dengan melibatkan satu kasir dan satu manajer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai dengan skenario pengujian yang telah dirancang, meliputi pengelolaan pesanan, validasi pesanan self-service, pencatatan transaksi, serta penyajian laporan penjualan.
Copyrights © 2026