Negara ASEAN-5 menghadapi tantangan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akibat tekanan lingkungan yang timbul dari aktivitas industrialisasi serta pemanfaatan sumber daya alam secara intensif. Ketidakseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan menunjukkan pentingnya penerapan konsep green growth yang terintegrasi. Studi ini ditujukan untuk menguji pengaruh indikator green growth yang terdiri dari energy intensity, renewable energy, natural resources rent, adjusted net savings dan CO₂ emissions terhadap pertumbuhan ekonomi, serta menguji peran Foreign Direct Investment (FDI) sebagai variabel moderasi pada negara ASEAN-5. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) menggunakan data periode 2000–2021. Temuan studi ini menunjukan jika secara bersama-sama seluruh variabel memiliki dampak yang berarti terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara individual, energy intensity, natural resources rent, dan adjusted net savings berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan renewable energy, CO₂ emissions, dan FDI tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Dalam peran moderasi, FDI terbukti memperlemah pengaruh positif energy intensity terhadap pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat dampak negatif CO₂ emissions. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN-5 masih cenderung bergantung pada penggunaan energi yang tinggi, sementara peran FDI dalam mendukung transisi menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan masih bersifat terbatas dan kondisional.
Copyrights © 2026