Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Battu Winangun masih mengalami hambatan dalam memasarkan produk karena penerapan branding yang belum optimal, khususnya dalam pemanfaatan logo sebagai identitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai peran penting branding logo dalam mendukung peningkatan pemasaran produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, serta pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM yang bergerak di bidang produksi grubi, jamu tradisional, keripik singkong, teh bunga telang, spray anti nyamuk, serta sabun cuci piring berbahan daun pandan dan jeruk nipis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan pendampingan, sebagian besar produk UMKM belum memiliki identitas visual yang jelas. Setelah dilakukan sosialisasi dan penerapan logo pada kemasan produk, terjadi peningkatan pemahaman, rasa percaya diri, serta kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya identitas merek. Penerapan branding logo terbukti mampu meningkatkan daya tarik visual produk, memudahkan pengenalan oleh konsumen, serta menjadi langkah awal dalam memperkuat strategi pemasaran UMKM secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026