Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran ECIRR (Elicit, Confront, Identify, Resolve, Reinforce) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V di MIS Al Hikmah Bandar Lampung. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang masih didominasi oleh metode pembelajaran konvensional seperti ceramah dan hafalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen dan desain non-equivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang terdiri dari kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi tes (pretest dan posttest), observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kedua kelas, namun peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 83,97, sedangkan kelas kontrol sebesar 83,77. Instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,929. Temuan ini menunjukkan bahwa model ECIRR efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa karena mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran melalui tahapan yang sistematis dan konstruktivistik. Dengan demikian, model ECIRR dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Copyrights © 2026