Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah menjadi pendorong utama transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya manusia, meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pengambilan keputusan organisasi. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, pemanfaatan AI menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan daya saing dan adaptabilitas organisasi. Namun, integrasi AI dalam praktik HR juga memunculkan fenomena paradox human–AI collaboration, yaitu kondisi dimana manfaat teknologi berjalan bersamaan dengan dampak negatif terhadap aspek humanistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk paradoks serta memahami pengalaman dan persepsi karyawan terhadap implementasi AI dalam praktik HR. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada perusahaan digital kreatif di Kota Surabaya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoks efisiensi–humanisasi, objektivitas–bias algoritmik, kontrol–kepercayaan, serta produktivitas–tekanan kerja. Selain itu, karyawan menunjukkan persepsi ambivalen antara penerimaan manfaat AI dan kekhawatiran terhadap dampaknya, sehingga menegaskan pentingnya pendekatan human-centered.
Copyrights © 2026