Keberadaan potensi air tanah turut berperan dalam perkembangan infrastruktur di Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Salah satu kawasan yang dicanangkan untuk dijadikan Sport Center ITERA adalah kawasan lapangan baseball. Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air berkelanjutan di kawasan tersebut dengan tujuan utama menduga potensi akuifer menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography (ERT). Metode ini digunakan pada empat lintasan survei di kawasan Lapangan Baseball ITERA dengan konfigurasi elektroda dan titik pengukuran yang berbeda untuk mendeteksi variasi resistivitas bawah permukaan. Akuisisi data menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger, Wenner-Alpha, Wenner-Beta, dan Dipole-Dipole, yang diproses menggunakan perangkat lunak RES2DINV. Hasil interpretasi resistivitas mengindikasikan bahwa zona akuifer di daerah penelitian dikontrol oleh batupasir tufan (40-90 Ωm). Sedangkan lapisan pembatas (akuiklud/akuitard) diinterpretasikan sebagai batulempung tufan (<40 Ωm) dan lapisan kedap air diinterpretasikan sebagai tuf (>90 Ωm). Lintasan 1, 2 dan 4 mengidentifikasi potensi akuifer pada kedalaman rata-rata 19,8–31,2 m dengan rentang resistivitas 40–90 Ωm diinterpretasikan sebagai batupasir tufan. Lintasan 3 tidak memiliki potensi akuifer, melainkan adanya tuf yang sangat luas pada kedalaman 15–46 m, dengan resistivitas >90 Ωm, Studi ini memberikan data dasar saintifik yang esensial untuk pengelolaan sumber daya air tanah yang berkelanjutan di lingkungan kampus ITERA.
Copyrights © 2026