Filipi 2:6–7 merupakan salah satu teks kristologis terpenting dalam Perjanjian Baru yang menggambarkan dinamika inkarnasi Kristus melalui struktur himne yang padat secara teologis. Teks ini menampilkan relasi antara keilahian dan kemanusiaan Yesus dalam kerangka kenosis yang sering menjadi perdebatan dalam kajian teologi biblika. Penelitian ini bertujuan menganalisis keilahian dan kemanusiaan Kristus melalui eksegesis Filipi 2:6–7 dengan memperhatikan aspek leksikal, morfologis, dan sintaksis dalam bahasa Yunani. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksegesis biblika dengan analisis terhadap istilah-istilah kunci seperti μορφή, ἐκένωσεν, dan ὁμοίωμα, serta paralelisme struktural dalam himne kristologis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah μορφή dalam ayat 6 menunjuk pada realitas natur ilahi Kristus, sedangkan penggunaan μορφή pada ayat 7 menegaskan pengambilan kondisi kehambaan melalui inkarnasi. Kenosis dalam konteks ini tidak menunjuk pada pelepasan keilahian, tetapi pada tindakan sukarela Kristus yang tidak memanfaatkan status ilahi-Nya dan memilih jalan kerendahan dengan menjadi manusia. Dengan demikian, Filipi 2:6–7 menegaskan kesatuan pribadi Kristus yang memiliki dua natur, yaitu ilahi dan manusia, yang dinyatakan dalam peristiwa inkarnasi sebagai bagian dari karya keselamatan Allah dalam sejarah.Kata kunci: Kristologi, Kenosis, Filipi 2:6–7, Inkarnasi, Eksegesis Perjanjian Baru
Copyrights © 2026