Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara operasional faktor Internal dan Eksternal yang menyebabkan perilaku kekerasan fisik pada anak usia 4–5 tahun di lingkungan PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari 2 anak usia 4–5 tahun, 1 guru kelas, serta orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif meliputi reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan dua kategori utama penyebab kekerasan fisik, yaitu faktor internal (ketidakmampuan regulasi emosi, temperamen impulsif, dan keterbatasan komunikasi) serta faktor eksternal (pola asuh kurang responsif, konflik keluarga, pengaruh teman sebaya, dan paparan media kekerasan). Hal ini menegaskan bahwa perilaku kekerasan muncul dari interaksi kompleks antar faktor. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi guru dan orang tua dalam penguatan regulasi emosi, penerapan pola asuh positif, serta pengawasan lingkungan anak guna mencegah perilaku agresif sejak dini.
Copyrights © 2026