Penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan spatial thinking anak usia dini, khususnya dalam hal orientasi spasial dan hubungan posisi antar objek, yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang kreatif dan variatif. Berdasarkan observasi awal di TK Katolik Taman Rini Surabaya, dari 31 anak kelompok A ditemukan bahwa sebagian besar (±87%) masih kesulitan memahami konsep arah dan posisi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media robot edukatif ARTEK terhadap spatial thinking anak usia 4–5 tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental nonequivalent control group design melibatkan 30 anak (15 kelompok eksperimen, 15 kelompok kontrol) yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen (rata-rata posttest 6,8) dan kelompok kontrol (rata-rata posttest 4,9), dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05. Dengan demikian, media robot edukatif ARTEK terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan spatial thinking anak usia dini.
Copyrights © 2026