Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika peran orang tua dan pengaruh karakteristik lingkungan rumah susun terhadap hambatan kemampuan bicara pada anak usia dini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, subjek penelitian difokuskan pada satu anak berinisial L berusia 6 tahun dan ibu kandung berinisial K sebagai informan utama di Rumah Susun Kaligawe, Semarang. Teknik pengumpulan data mencakup tiga metode utama, yakni: wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif terbatas dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan dua poin inti: (1) Lingkungan tempat tinggal dan keterbatasan ruang gerak sosial dalam hunian yang sempit, yang membatasi stimulasi interaksi verbal serta memicu isolasi sosial pada anak; dan (2) Terjadinya pergeseran peran pengasuhan menjadi permisif akibat tingginya beban domestik ibu, yang memicu penggunaan gawai secara pasif sebagai substitusi pengasuhan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi teoretis dalam memperluas cakupan teori sistem lingkungan pada konteks hunian vertikal padat, serta implikasi praktis mengenai urgensi edukasi pengasuhan spesifik dan penyediaan ruang komunal inklusif bagi anak di permukiman padat.
Copyrights © 2026