Lanjut usia merupakan tahap akhir dalam siklus kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan adaptasi fisiologis, sehingga rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan kualitas tidur. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah terapi relaksasi autogenik, yang bekerja melalui mekanisme relaksasi fisiologis tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap kualitas tidur pada lansia di Panti Sosial Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 59 lansia, dengan sampel sebanyak 37 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kualitas tidur. Analisis data menggunakan uji nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi (pretest), sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 29 orang (78,4%). Setelah diberikan terapi relaksasi autogenik (posttest), sebagian besar responden mengalami peningkatan kualitas tidur menjadi baik sebanyak 22 orang (59,5%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi relaksasi autogenik terhadap kualitas tidur lansia. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi relaksasi autogenik efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia di panti sosial.
Copyrights © 2026