Sektor pertanian berperan penting dalam ketahanan pangan, namun menghadapi tantangan keterbatasan lahan akibat urbanisasi serta ketidakstabilan ketersediaan air. Sistem vertikultur menjadi salah satu solusi, tetapi pengelolaan air pada sistem ini sangat krusial karena keterbatasan media tanam. Irigasi tetes mampu mengatasi ketidakstabilan ketersediaan air dengan meningkatkan efisiensi penggunaan air, namun metode konvensional masih kurang adaptif terhadap perubahan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem smart drip irrigation berbasis Internet of Things menggunakan logika Fuzzy Mamdani untuk mengatur penyiraman secara otomatis. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor suhu DS18B20 dan sensor soil moisture HW-390. Data diproses oleh sistem kontrol berbasis Fuzzy untuk menentukan kecepatan pompa dan ditampilkan melalui aplikasi monitoring secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor DS18B20 memiliki nilai error rata-rata sebesar 0,64% dengan tingkat presisi 99,36%, sedangkan sensor soil moisture mampu membedakan kondisi tanah kering, normal, dan lembab dengan baik. Sistem komunikasi perangkat keras dengan aplikasi monitoring menunjukkan performa yang stabil dengan nilai delay rata-rata 49,6 ms. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan mampu mengelola penyiraman secara adaptif, meningkatkan efisiensi penggunaan air, serta mempermudah proses monitoring tanaman secara jarak jauh.
Copyrights © 2026