Penguatan budaya politik yang santun dan berintegritas menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan demokrasi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya polarisasi politik, praktik pragmatisme politik, dan rendahnya etika komunikasi publik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai politik Islam, yaitu keadilan (‘adl), musyawarah (syura), amanah, dan tanggung jawab sebagai landasan pembentukan budaya politik yang beretika. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi reflektif, studi kasus, dan simulasi musyawarah yang melibatkan masyarakat sebagai peserta aktif. Kegiatan diawali dengan pemetaan kebutuhan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan praktik dialog partisipatif, serta diakhiri dengan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai etika politik Islam serta tumbuhnya kesadaran untuk menerapkan nilai-nilai keadilan, musyawarah, amanah, dan tanggung jawab dalam kehidupan sosial. Internalisasi nilai melalui pendekatan dialogis terbukti mampu mendorong sikap yang lebih terbuka, toleran, dan bertanggung jawab dalam menyikapi perbedaan politik. Dengan demikian, kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan nilai politik Islam dapat menjadi strategi edukatif yang relevan dalam membangun budaya politik masyarakat yang santun dan berintegritas.
Copyrights © 2026