Penelitian ini menganalisis pengaruh kinerja keuangan (diukur dengan profitabilitas) dan Good Corporate Governance (GCG), yang diwakili oleh dewan komisaris independen (DKI), terhadap pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini juga mengkaji peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara profitabilitas, GCG, dan pengungkapan ESG. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari 55 perusahaan yang menerbitkan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan selama periode 2022–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap pengungkapan ESG, sementara DKI berpengaruh positif signifikan. Selain itu, ukuran perusahaan memperlemah hubungan antara profitabilitas dan DKI terhadap pengungkapan ESG. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun perusahaan besar memiliki lebih banyak sumber daya, mereka cenderung lebih fokus pada keuntungan jangka pendek daripada kebijakan keberlanjutan jangka panjang, yang mengurangi efektivitas GCG dalam mendorong transparansi. Penelitian ini menekankan pentingnya memperkuat GCG dan transparansi pengungkapan ESG untuk meningkatkan kepercayaan investor dan keberlanjutan jangka panjang di sektor manufaktur Indonesia. Keterbatasan penelitian ini adalah fokus pada perusahaan manufaktur dan periode yang terbatas.
Copyrights © 2026