Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalisasi pemanfaatan limbah gabah (sekam padi) sebagai media tanam organik guna memperkuat ketahanan pangan rumah tangga berbasis adaptasi perubahan iklim di Desa Pelabuhan Dalam, Ogan Ilir. Wilayah ini merupakan lumbung padi dengan potensi limbah sekam melimpah, namun rawan terhadap banjir dan kekeringan. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga fase utama: (1) Edukasi dan Pelatihan Dalam Kelas (In-Class Training) yang berfokus pada kemandirian pangan, peran wanita tani, dan potensi ekonomi budidaya pekarangan; (2) Praktik Partisipatif pembuatan media tanam organik melalui proses pembakaran tidak sempurna sekam (menjadi arang sekam) dilanjutkan fermentasi menggunakan EM4, serta penanaman bibit hortikultura (cabai, terong, tomat) dalam polybag; dan (3) Evaluasi Partisipatif menggunakan pre-test, post-test, FGD, dan observasi lapangan untuk mengukur perubahan pengetahuan, perilaku, dan dampak ekonomi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat, yang sebelumnya hanya mengetahui potensi sekam kini memahami secara praktis dan konseptual pentingnya pengolahan dan fermentasi limbah untuk menciptakan media tanam yang subur. Masyarakat juga menyadari bahwa budidaya di pekarangan rumah telah berhasil mencapai kemandirian pangan minimal, yaitu memenuhi konsumsi harian dan mengurangi pengeluaran rumah tangga. Meskipun dihadapkan pada kendala keberlanjutan pasokan sekam karena tingginya penjualan GKP ke pabrik, program berhasil memberikan solusi alternatif.
Copyrights © 2026