Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomiannya melalui pengembangan ekspor produk kakao. Namun, ekspor kakao Indonesia masih terkonsentrasi pada beberapa negara tujuan utama, sementara peluang untuk memperluas pasar ke negara-negara importir terbesar dunia belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja daya saing dan potensi pengembangan pasar ekspor produk kakao Indonesia menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA), market share, Export Product Dynamic (EPD), dan X-Model Potential Export Products (X-Model). Penelitian ini menggunakan data sekunder periode 2014–2023 dan data primer dari tujuh informan kunci yang mewakili pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing dan pangsa pasar kakao Indonesia bervariasi antar negara tujuan, dengan produk antara berupa pasta, mentega, dan bubuk kakao memiliki kinerja lebih baik dibandingkan biji kakao dan cokelat olahan. Kanada, Amerika Serikat, Belgia, dan Belanda teridentifikasi sebagai negara potensial untuk pengembangan ekspor. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris melalui pemetaan daya saing dan potensi pasar ekspor kakao Indonesia di negara importir utama dunia, serta menjadi dasar perumusan kebijakan diversifikasi pasar dan penguatan hilirisasi kakao berbasis produk bernilai tambah.
Copyrights © 2026