Secang adalah tanaman berguna dalam bidang farmakologis, namun budidayanya belum banyak dilakukan. Teknik budidaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pengaturan jarak tanam dan aplikasi fitohormon berupa asam salisilat (SA) dan metil jasmonat (MeJA). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara jarak tanam dengan fitohormon SA dan MeJA terhadap respons fisiologis tanaman secang. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Pangan dan Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Juli hingga Desember 2024. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi, dengan jarak tanam (J) sebagai petak utama dan aplikasi hormon eksogen (H) sebagai anak petak. Penelitian ini dilakukan dengan 3 ulangan. Petak terdiri dari tiga taraf, yaitu jarak tanam: j1 = 1 m x 1 m, j2 = 2 m x 2 m, dan j3 = 3 m x 3 m. Adapun anak petak, yaitu aplikasi hormon eksogen (H) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: h0 = tanpa aplikasi hormon eksogen, h1 = SA 200 ppm, dan h2 = MeJA 100 ppm. Pengamatan fisiologis yang dilakukan meliputi indeks klorofil daun, nilai konduktansi stomata, dan kerapatan stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks klorofil daun dipengaruhi secara mandiri oleh h1, dengan interaksi terbaik pada j2 × h2. Konduktansi stomata tertinggi diperoleh pada jarak tanam lebar (j3), baik secara mandiri maupun dalam interaksi dengan AS. Sementara itu, kerapatan stomata dipengaruhi secara mandiri oleh jarak tanam sempit (j1) serta MeJA yang tidak berbeda nyata dengan kontrol, dan interaksi terbaik ditunjukkan oleh j1 × h2. Secara keseluruhan, pengaturan jarak tanam dan aplikasi fitohormon SA serta MeJA berpotensi dioptimalkan sebagai strategi budidaya untuk meningkatkan respons fisiologis tanaman secang secara lebih efektif.
Copyrights © 2026