Tobacco mosaic virus (TMV) dan kutu daun merupakan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang penting dalam bidang pertanian. TMV mudah ditularkan secara mekanis, virusnya sangat stabil, tular benih dan memiliki kisaran inang luas. Sementara itu, kutu daun merupakan hama kosmopolit dan sebagian besar berperan sebagai vektor virus. Saat ini tren pengelolaan OPT mengarah pada metode ramah lingkungan. Pemanfaatan Carbon dots (CDs), dalam pengelolaan OPT sebagai salah satu agens yang menjanjikan untuk pengelolaan OPT yang berkelanjutan, namun kajiannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menyintesis CDs dari kulit nanas dan belimbing wuluh serta menguji potensinya dalam mengendalikan TMV dan kutu daun. CDs dikarakterisasi berdasarkan sifat optik, gugus fungsi, dan morfologi. Aktivitas antivirus diuji terhadap infeksi mekanis TMV pada tanaman indikator Chenopodium amaranticolor dengan penyemprotan daun sebelum dan sesudah inokulasi virus. Aktivitas insektisida CDs diuji terhadap Aphis gossypii melalui penyemprotan langsung pada kutu daun pada konsentrasi 100–400 ppm. Kedua jenis CDs berhasil disintesis dengan ukuran 5.5-9.8 nm dengan bentuk amorf dan kristal, serta memiliki karakter optik dan gugus fungsi yang khas sebagai CDs. Perlakuan CDs secara nyata memperpanjang periode inkubasi TMV dibandingkan kontrol. Aplikasi penyemprotan sebelum inokulasi virus lebih efektif dibandingkan setelah inokulasi, dengan tingkat penghambatan gejala lesio lokal nekrotik berkisar 31%–91% bergantung pada konsentrasi. Pada konsentrasi 400 ppm, CDs berpotensi sebagai bioinsektisida menyebabkan mortalitas kutu daun hingga 55%. Hal ini mengindikasikan bahwa CDs dari kedua bahan alami berpotensi sebagai penginduksi ketahanan tanaman, memiliki aktivitas antivirus, dan aktivitas insektisida.
Copyrights © 2026