Pengujian kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan (BUSS) merupakan tahapan penting dalam proses perolehan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP), Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan sembilan genotipe padi generasi F8 hasil persilangan antara ‘Sintanur’ dan ‘PTB33’ yang telah diperoleh melalui seleksi berbasis molekuler dan fenotipik. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi karakter morfologi genotipe padi melalui simulasi uji BUSS guna mengidentifikasi tingkat kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilannya berdasarkan panduan pelaksanaan uji BUSS tanaman padi. Percobaan dilaksanakan di lahan petani di Cilamaya, Kabupaten Karawang, pada ketinggian ±15 mdpl, dari bulan Juni hingga November 2023. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas sembilan genotipe uji (SP 46-4-1-44-25, SP 46-4-1-44-29, SP 101-3-1-5-9, SP 87-1-1-76, SP 87-1-1-7-10, SP 87-1-1-7-12, SP 101-3-1-19-23, SP 101-3-1-19-24, dan SP 101-3-1-19-30) dan tujuh varietas pembanding (‘Sintanur’, ‘PTB33’, ‘Inpari 48’, ‘Inpari 42’, ‘Cilamaya Muncul’, ‘Inpari 32’, dan ‘Fatmawati’), dengan tiga ulangan. Analisis dilakukan menggunakan uji Least Significant Increase (LSI) dan penghitungan varians fenotipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 karakter yang diamati, sebanyak 29 karakter menunjukkan variasi antara genotipe uji dan varietas pembanding, sehingga memenuhi kriteria keunikan. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh genotipe uji memenuhi kriteria keseragaman dan kestabilan berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini. Kesembilan genotipe padi yang diuji telah memenuhi seluruh kriteria BUSS dan direkomendasikan untuk diajukan dalam proses perolehan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).
Copyrights © 2026