Gelatin banyak digunakan dalam berbagai industri, seperti industri farmasi, pangan, fotografi, dan kosmetika. Dalam bidang pangan sendiri gelatin dapat berfungsi sebagai pengemulsi, pengental, pengikat, penstabil, pembentuk gel, dan pemerkaya gizi. Secara umum gelatin komersial berasal dari mamalia seperti sapi dan babi yang banyak digunakan dalam pembuatan makanan karena sumbernya yang tersedia cukup banyak. Namun penggunaan gelatin mamalia (sapi dan babi) menimbulkan persoalan etika dan religious khususnya bagi masyarakat Muslim dan Hindu. Oleh karena itu, diperlukan sumber alternatif gelatin yang halal, ramah lingkungan, dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tulang ikan tongkol (Euthynnus Affinis) sebagai bahan baku dalam mengembangkan gelatin sebagai alternatif gelatin mamalia. Proses ekstraksi tulang ikan dilakukan dengan suhu dan kecepatan pengadukan yang konstan, menggunakan variasi waktu ekstraksi 2, 4, dan 6 jam. Hasil terbaik diperoleh pada waktu ekstraksi 6 jam, dengan karakteristik gelatin yang memiliki kadar air 10,43%, kadar abu 1,21%, dan viskositas 6,2 cP. Karakteristik gelatin ini mirip dengan gelatin sapi dan babi komersial. Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan gugus fungsi khas milik gelatin yang teridentifikasi seperti Amida A, Amida B, Amida I, Amida II, dan Amida III. Hasil karakterisasi XRD yang menunjukkan pola amorfus pada tiga jenis gelatin yaitu gelatin sapi, babi, dan ikan. Sedangkan karakterisasi TGA menunjukkan pola degradasi termal tiga tahap dengan stabilitas termal gelatin ikan lebih rendah dibandingkan gelatin mamalia. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa gelatin limbah tulang ikan tongkol memiliki potensi besar sebagai alternatif gelatin mamalia.
Copyrights © 2026