Latar Belakang: Pola makan yang tidak sehat menjadi faktor risiko yang berkontribusi terhadap meningkatnya beban kesehatan di seluruh dunia, yang dikaitkan dengan masalah kesehatan pada remaja, seperti obesitas dan kekurangan zat gizi. Masih banyak remaja yang memiliki pola makan belum sesuai dengan anjuran porsi pedoman gizi seimbang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pola makan berdasarkan pedoman gizi seimbang pada remaja pelajar SMP Negeri di Kabupaten Pandeglang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Respondeni dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas VII dan VIII, dengan jumlah responden sebanyak 161 orang. Pola makan diukur menggunakan instrumen Semiquantitative Food Frequency Questionnaire (SFFQ) melalui teknik wawancara. Status gizi diukur menggunakan microtoise dan timbangan digital. Selain itu, responden mengisi kuesioner yang mencakup karakteristik responden, body image, pengetahuan gizi, peran teman, dan peran orang tua. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pola makan remaja adalah pengetahuan gizi dan peran orang tua (p<0,05). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pola makan adalah pengetahuan gizi dengan nilai OR = 3,11 ; CI 95% (1,26-7,67). Kesimpulan: Sekolah diharapkan dapat menyelenggarakan pendidikan kesehatan yang menekankan pentingnya pola makan bergizi dan seimbang, sekaligus membangun komunikasi serta kerja sama yang baik dengan orang tua. Selain itu, diperlukan peningkatan peran keluarga dalam menyediakan makanan bergizi dan seimbang di rumah untuk membentuk pola makan yang baik pada remaja.
Copyrights © 2026