Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam mengonversi bilangan desimal menjadi pecahan biasa maupun sebaliknya pada siswa kelas VI SDN 1 Surade. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 20 siswa dan satu siswa yang dipilih sebagai subjek utama melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang secara umum memiliki kemampuan matematika baik tetap mengalami hambatan pada materi konversi desimal dan pecahan. Kesulitan tersebut meliputi kesalahan transformasi, kesalahan proses penyederhanaan, serta kesalahan penulisan jawaban. Penyebab utama kesulitan berasal dari lemahnya pemahaman konsep nilai tempat, dominasi hafalan prosedur tanpa pemahaman mendalam, serta kecemasan matematika yang memengaruhi fokus dan kepercayaan diri siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pemahaman konsep melalui media konkret, pendekatan visual, serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif untuk mengatasi kesulitan siswa pada materi bilangan desimal dan pecahan.
Copyrights © 2026