Pendidikan seni di tingkat sekolah dasar umumnya hanya memperhatikan aspek kognitif, sehingga kesempatan untuk membentuk karakter melalui nilai-nilai budaya lokal masih belum cukup dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kualitatif bagaimana kegiatan pelatihan gamelan dalam ekstrakurikuler di SD Negeri Ngawen dapat membentuk interaksi sosial siswa melalui dinamika harmoni dan irama yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan metode studi kasus tunggal, melibatkan 20 siswa kelas IV sebagai subjek selama satu semester. Data yang dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan siswa, guru, serta fasilitator, dan juga didukung oleh analisis dokumen seperti RPP dan jurnal kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain meningkatkan keterampilan musik, kegiatan pelatihan gamelan juga mampu mengembangkan rasa empati, kerja sama tim, serta apresiasi terhadap budaya lokal melalui interaksi yang intens dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan fasilitas dan waktu, upaya adaptasi yang dilakukan justru mendorong munculnya kreativitas dan inovasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler gamelan dapat menjadi model yang efektif dalam pembelajaran seni di sekolah dasar, terutama dalam mengintegrasikan nilai budaya dan pembentukan karakter siswa, terutama di lingkungan masyarakat pedesaan.
Copyrights © 2026