Diabetes di kawasan pasifik barat mencapai 38% dan memiliki prevalensi diabetes tertinggi ketiga (11,9%) di dunia. Indonesian masuk dalam kawasan pasifik barat menjadi urutan kedua teratas (19,5 juta). Pasien diabetes tipe 2 harus menjaga agar kadar gula darah tetap stabil, yaitu dengan mengatur pola makan, aktivitas fisik, kontrol gula darah, dan rutin minum obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dan edukasi senam diabetes mellitus terhadap stablitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2 di Puskesmas Karuwisi. Jenis penelitian adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pre-test-pos-test. Jumlah sampel 16 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa glukometer. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan jumlah sampel yang stabil gula darahnya setelah dilakukan edukasi sebanyak 14 responden (87,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi (nilai p = 0,000 < α = 0,05) dan senam diabetes (nilai p = 0,029 < α = 0,05) terhadap stabilitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2. Simpulan penelitian yaitu ada pengaruh edukasi gizi dan senam diabetes terhadap stabilitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2, pasien disarankan mengatur pola makan sesuai dengan prinsip 3J dan rutin melakukan aktifitas fisik seperti senam diabetes 3-4 kali dalam seminggu
Copyrights © 2026