Sirkumsisi merupakan prosedur bedah minor yang berpotensi menimbulkan kecemasan pada anak, khususnya terkait tindakan anestesi lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis Hubungan Edukasi Kesehatan Pra-Sirkumsisi dan Kesiapan Psikologis Anak untuk Anestesi Lokal di Desa Bajo, Bima. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 97 anak laki-laki usia 8–12 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,1% responden memperoleh edukasi dalam kategori baik dan 73,2% berada pada kategori siap. Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara edukasi kesehatan dengan kesiapan anak (p=0,367). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa tidak terdapat variabel yang berpengaruh signifikan (p>0,05), namun usia memiliki kecenderungan meningkatkan kesiapan (OR=2,107; 95% CI: 0,816–5,444). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi berbasis kognitif belum cukup meningkatkan kesiapan anak, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang lebih interaktif dan berbasis emosional.
Copyrights © 2026