Penyimpanan obat yang memenuhi standar memiliki peranan penting dalam menjamin kualitas serta keselamatan pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan obat dan meningkatkan risiko kesalahan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sistem penyimpanan obat di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Sorong. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif observasional dengan teknik pengumpulan data berupa lembar observasi yang berisi indikator penyimpanan sediaan farmasi berdasarkan parameter indicator permenkes nomor 72 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan telah memenuhi standar yang berlaku, termasuk persyaratan penyimpanan obat di gudang 83%, sarana penyimpanan 100%, metode penyimpanan 83,3%, komponen penyimpanan 100% dan kesesuaian penyimpanan obat emergensi 100%.
Copyrights © 2026