Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penyuluhan Penggunaan Obat Yang Baik dan Benar di Kelurahan Dum Barat Lukman Hardia; Ratih Arum Astuti; Irwandi Irwandi; A. M. Muslihin; Angga Bayu Budiyanto
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i2.3640

Abstract

Abstrak Penggunaan obat yang baik dan benar masih menjadi tantangan bagi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat mengenai bagaimana cara mendapatkan obat yang baik dan benar, cara penggunaan, cara penyimpanan dan cara memusnahkan obat atau kemasan obat yang telah rusak atau kadaluwarsa. Sebagai bagian dari kewajiban seorang dosen dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat, kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan agar masyarakat bisa memperoleh informasi mengenai cara penggunaan obat yang baik dan benar sehingga resiko-resiko yang bisa ditimbulkan akibat dari kesalahan penggunaan obat bisa dihindari. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah dengan meberikan penyuluhan berupa materi yang disampaikan oleh narasumber. Hasil dari pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara penggunaan obat yang baik dan benar, sehingga masyarakat bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Penyuluhan, Kesehatan, Penggunaan Obat. Abstract Good and correct use of drugs is still a challenge for society. This is caused by the lack of public knowledge regarding how to get good and correct medicines, how to use, how to store and how to destroy drugs or drug packaging that has been damaged or expired. As part of the obligation of a lecturer to provide knowledge to the community, this community service activity is held with the aim that the public can obtain information about how to use drugs properly and correctly so that the risks that can arise as a result of drug use errors can be avoided. The method used in this community service activity is to provide counseling in the form of material delivered by resource persons. The results of this community service are able to increase public knowledge about how to use drugs that are good and right, so that people can implement them in their daily lives. Keywords: Counseling, Health, Drug Use.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL 70% PELEPAH PISANG AMBON (Musa paradisiaca Var. Sapientum) DARI KABUPATEN SORONG, PAPUA BARAT Nur, Mohammad Usman; Astuti, Ratih Arum; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi
JURNAL ETNOFARMASI Vol 1 No 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.797 KB)

Abstract

Penelitian terkait pemanfaatan limbah sudah banyak dilakukan, salah satunya pelepah pisang ambon. Ekstrak etanol pelepah pisang ambon terbukti memiliki efek farmakologi salah satunya sebagai penyembuh luka. Untuk mengetahui tingkat keamanan dan efektivitas sediaan ekstrak pelepah pisang ambon, maka perlu dilakukan beberapa uji spesifik dan non spesifik sebagai upaya untuk menjaga kualitas mutu. Penelitian ini bertujuan mengetahui parameter spesifik yaitu penetapan kadar total fenol ekstrak etanol pelepah pisang ambon dari Kabupaten Sorong, Papua Barat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji parameter spesifik berupa kadar fenolik total dengan analisis kualitatif menggunakan uji tabung dan uji KLT serta analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometer UV-Vis masing-masing dengan pereaksi Folin-Ciocalteu. Hasil penelitian parameter spesifik ekstrak etanol pelepah pisang ambon dari kabupaten Sorong, Papua Barat adalah sebagai berikut: hasil uji tabung dan uji KLT menunjukkan bahwa ekstrak etanol pelepah pisang ambon mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin ; hasil penetapan kadar berupa kadar fenolik total sebesar 15,42 ± 0,159 mg GAE/g ekstrak. Parameter standar umum ekstrak tanaman obat berupa parameter spesifik uji kandungan kimia ekstrak pada penelitian ini secara umum telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Farmakope Herbal Indonesia.
PENETAPAN KADAR SARI LARUT AIR, KADAR SARI LARUT ETANOL DAN IDENTIFIKASI ALKALOID PADA EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Muslihin, A.M.; Budiyanto, Angga Bayu
JURNAL ETNOFARMASI Vol 1 No 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.563 KB)

Abstract

Kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang tumbuh baik di daerah tropis seperti Indonesia. Pohon kersensangat mudah tumbuh tanpa penanaman khusus seperti tempat terbuka, perbukitan, hingga tepi-tepi jalan. Daun kersen juga memilikiberbagai kandungan seperti senyawa flavonoid, tannin, triterpene, saponin, polifenol yang menunjukkan adanya aktivitas antioksidan. Pada penelitian ini dilakukan penetapan kadar sari pada simplisia daun kersen menggunakan 2 jenis pelarut yaitu air dan etanol 96%dan simplisia sebanyak 5 gram pada masing masing pelarut. Berdasarkan hasil yang didapatkan kadar sari larut etanol mendapatkanhasil sebanyak 0,16% dan kadar sari larut air mendapatkan hasil sebanyak 0,96%. Penelitian ini juga dilakukan identifikasi alkaloid dan hasilnya menunjukkan bahwa Ekstrak Etanol daun Kersen (Muntingia calabura L.) positif mengandung Alkaloid.
EVALUASI POLA PERESEPAN OBAT ANTI HIPERTENSI Di PUSKESMAS Jannah, Aulia Mifthakul; Hardia, Lukman; Budiyanto, Angga Bayu
JURNAL ETNOFARMASI Vol 1 No 01 (2023): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriteria pemakaian obat secara rasional meliputi tepat diagnosa, tepat indikasi penyakit, tepat pemilihan obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat cara pemakaian, tepat interval waktu pemberian, tepat lama pemberian, serta waspada terhadap efek samping. Evaluasi peresepan obat penting dilakukan untuk mengetahui dan memastikan bahwa pasien telah menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis dan jangka waktu yang sesuai, dan dengan biaya terendah. Ketidakrasionalan peresepan masih sering ditemukan terutama di Puskesmas yang merupakan pusat pelayanan kesehatan tingkat 1, dimana obat dan dosis yang diresepkan oleh tenaga medis kurang sesuai akibat ketersediaan obat yang terbatas, dan salah satunya adalah obat hipertensi. Sehingga perlu dilakukan evaluasi pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Mariat Kabupaten Sorong periode Juli – September 2022. Penelitian ini bertujuan Untuk mengevaluasi pola peresepan obat anti-hipertensi di Puskesmas Mariat Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan rekam medis sebanyak 63 resep. Hasil penelitian Evaluasi Peresepan obat Antihipertensi Di Puskesmas Mariat Kabupaten Sorong Periode Juli-September 2022 bahwa tepat obat sebanyak 100% tepat pasien sebanyak 100% tepat dosis sebanyak 100%, tepat interval waktu pemberian sebanyak 88,46%. Obat Antihipertensi yang diberikan kepada pasien adalah terapi kombinasi golongan CCB+ACEI (amlodipin + captopril) dengan persentase yaitu 25% dan selanjutnya monoterapi amlodipin sebanyak 75%, dan captopril sebanyak 0%.
ANALISIS PENGELOLAAN OBAT TAHAP PENGGUNAAN PADA PASIEN BPJS RAWAT INAP DI INSTALASI FARMASI RSUD Dr. J. P. WANANE KABUPATEN SORONG ulandari, clarista windi; Budiyanto, Angga Bayu; Hardia, Lukman
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 5 No 02 (2024): HERCLIPS VOL 05 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v5i02.6936

Abstract

Tahap penggunaan memiliki peran penting dengan tujuan agar memberikan obat yang tepat, rasional, efektif, aman dan ekonomis. Penggunaan obat jika dilakukan secara efisien tentu akan memberikan manfaat yang optimal bagi rumah sakit selaku penyelenggara pengobatan ataupun pasien yang merasakannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui capaian standar tahap penggunaan pada pasien BPJS rawat inap di instalasi farmasi menurut WHO 1993 di RSUD Dr. J.P. Wanane Kabupaten Sorong yang mencakup beberapa parameter yaitu, rata-rata jumlah item obat perlembar resep, obat yang diresepkan sesuai dengan formularium rumah sakit, obat dengan nama generik, obat antibiotik, dan sediaan injeksi bulan januari-juni 2022 di Instalasi Farmasi RSUD Dr. J.P. Wanane Kabupaten Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan cara pengambilan data secara retrospektif pada bulan Januari-Juni 2022 berupa resep pasien bpjs rawat inap di Instalasi Farmasi RSUD Dr. J.P. Wanane Kabupaten Sorong. Hasil penelitian menunjukan Tahap Penggunaan obat yang sudah sesuai standar adalah obat dengan nama generik (84,26%) dan Tahap Penggunaan obat yang belum sesuai standar adalah item obat perlembar resep (3,5%), obat yang diresepkan sesuai formularium rumah sakit (98,71%), obat dengan antibiotik (23,27%), obat dengan injeksi (18,45%)
EVALUATION OF THE LEVEL OF PATIENT SATISFACTION WITH PHARMACY SERVICES AT Dr. J.P. WANANE, SORONG DISTRICT Pasulu, Yusran Timang; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 7 No. 2 (2023): Volume 7, Nomor 2, December 2023
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v7i2.30113

Abstract

At this time, the level of public awareness about the importance of health is increasing. This is especially true in providing more and more health services. And quality of service is also needed to ensure satisfaction with health services, one of which is pharmacy. increases and does not cause disappointment for consumers. This research used a sample of 100 respondents. The research was carried out with a descriptive quantitative design by collecting data through observation data and questionnaires, totaling 10 questions representing 5 aspects. All data obtained and collected in this research were primary data. In this research the variable is focused on the level of satisfaction. Satisfaction is seen from 5 dimensional aspects, namely the empathy dimension, reliability dimension, facility dimension, confidence dimension and responsiveness dimension. The results of the first question related to the reliability dimension aspect were 68.2% and 75.6%. The second question related to the empathy dimension aspect received a score of 68.6% and 75.6%, while the third question related to the responsiveness dimension aspect received a score of 77.4% and 73. % The fourth question related to the dimension of confidence received a score of 64% and 78.2% and the fifth question regarding the aspect of the facility dimension received a score of 77.8% and 67.4%
Literature Review : Aktivitas Antioksidan Ekstrak Tongkol Jagung (Zea mays L.) Anisa, Meilinda; Hardia, Lukman; Budiyanto, Angga Bayu
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v2i1.601

Abstract

Tongkol jagung (Zea mays L.) adalah salah satu limbah tanaman jagung yang berfungsi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan tongkol jagung telah banyak diteliti. Oleh karena itu, perlu dilakukan literature review untuk mengumpulkan penelitian terbaru agar dapat dijadikan sebagai panduan bagi para peneliti dalam mempelajari lebih lanjut tentang antioksidan dari tongkol jagung atau untuk menghasilkan konsep baru. Tujuan dari penelitian literature review ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak tongkol jagung dan mengetahui kandungan senyawa pada tongkol jagung yang memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan menjadi antioksidan alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu literature review dengan pendekatan sistematis. Oleh karena itu, pedoman PRISMA digunakan dalam pengambilan data. Database yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Scopus dan ditemukan 19 artikel yang sesuai setelah disaring. Temuan analisis menunjukkan bahwa tongkol jagung memiliki aktivitas sebagai antioksidan, kandungan senyawa pada tongkol jagung yang memiliki aktivitas antioksidan antara lain karotenoid, tanin, asam fenolik seperti asam hidroksisinamat dan asam hidroksibenzoat serta flavonoid seperti flavonol dan berbagai jenis antosianin.
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (CINNAMOMUN BURMANNII) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR Ngodihu, Muhammad Syafinuddin Almandari; Irwandi, Irwandi; Budiyanto, Angga Bayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41574

Abstract

Tanaman daun kayu manis merupakan suatu tanaman yang biasa digunakan oleh Masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai antirematik, peluruh keringat (diaphoretik),meningkatkan nafsu makan (istomachica), dan menghilangkan rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk  Untuk mengetahui seberapa efektif pemberian salep ekstrak daun kayu manis (C.      Burmannii) terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan.populasi pada penelitian ini adalah daun kayu manis(C.burmani) yang diambil secara acak di kampung kilga, kecamatatan seram timur. Pengujian efektifitas salep esktrak daun kayu manis di ujikan ke hewan uji yang sudah terbagi menjadi 5 kelompok masing-masing kelompok terisi 3 hewan  uji kelompok diberikan perlakuan yang berbeda yaitu Kontrol Positif diberikan (Bioplacenton), Kontrol Negatif diberikan (Vaseline Album),  Konsentrasi K-5, K-10 dan K-15 ekstrak daun kayu manis, Hasil Pengujian yang didapatkan dari pengujian skrining fitokimia adalah senyawa flavonoid,alkaloid,saponin, tanin, fenol, steroid. Salep esktrak daun kayu manis dengan konsentrasi 15% menunjukan nilai hasil presentasi rata-rata penyembuhan luka sebesar 12,00% hampir mencapai presentasi rata-rata K-10,  adanya kemungkinan salep esktrak daun kayu manis dengan K-15 memiliki potensi dan efektivitas yang sama dengan K-10..Sedangkan pada salep esktrak daun kayu manis dengan K-5 memiliki nilai presentasi rata-rata penyembuhan luka bakar sebesar 8,00%, hal ini menunjukan bahwa nilai presentasi salep ekstrak daun kayu manis dengan K-5 jauh lebih baik dari nilai presentasi rata-rata kontrol positif yang terbilang rendah 2,00%.  Uji statistik kemudian dilanjutkan dengan menggunakan metode uji nonparametrik (Kruskal Wallis) untuk melihat apakah ada perbedaan atau tidak  yang signifikan. Hasil analisis data didapatkan nilai  (p >0,05) yang menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna pada tiap perlakuan.
UJI AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ANALGESIK DAUN PALIASA (KLEINHOVIA HOSPITA L.) TERHADAP MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) Salim, Fathiyah; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45754

Abstract

Nyeri adalah kondisi terhadap tubuh akibat adanya kerusakan jaringan yang menimbulkan peradangan bahkan menyebabkan kerusakan kronik yang dapat memicu kerusakan pada organ tubuh manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa nyeri merupakan suatu respon penanda bahwa terjadi kerusakan jaringan pada tubuh manusia. Analgesik merupakan obat yang dapat menekan/menghilangkan rasa sakit yang diesebabkan oleh berbagai rangsangan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesik dari ekstrak etanol daun paliasa dengan menggunakan metode tail flick. Serbuk simplisia daun paliasa diekstraksi menggunakan pelarut etanol dengan cara maserasi. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah mencit putih sebanyak 25 ekor yang kemudian dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok KP (Ibuprofen), kelompok KN (Na CMC), kelompok ekstrak etanol daun paliasa KD1 125 mg/KgBB, KD2 250 mg/KgBB dan kelompok KD3 500 mg/KgBB. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan uji ANOVA, dan uji paired samples test selanjutnya digunakan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun paliasa (K. hospita L.) pada kelompok KD1 125 mg/KgBB, KD2 250 mg/KgBB, dan KD3 500 mg/KgBB memiliki aktivitas analgesik yang mengalami perbedaan makna. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah ekstrak daun paliasa (K. hospita L.) pada KD1 125 mg/KgBB, KD2 250 mg/KgBB dan KD3 500 mg/KgBB memiliki aktivitas analgesik tetapi tidak lebih baik daripada KP (Ibuprofen).
Efektivitas Antibakteri Gel Hand Sanitizer Berbasis Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum L.) Terhadap Escherichia coli Siska, Siska; Budiyanto, Angga Bayu; Hardia, Lukman
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i3.1904

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum L.) mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin yang memiliki sifat antibakteri yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai gel hand sanitizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efektivitas gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan desain penelitian posttest-only control group. Kelompok pengujian terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I kontrol negatif (cakram blanko), kelompok II kontrol positif (cakram kloramfenikol), kelompok III, IV, dan V yaitu gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Metode difusi cakram digunakan untuk uji daya hambat pertumbuhan bakteri dengan jumlah replikasi sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) dengan konsentrasi 10% (rata-rata daya hambat 1,75 mm), 15% (rata-rata daya hambat 3,58 mm), dan 20% (rata-rata daya hambat 4,25 mm) yang termasuk kategori lemah. Kesimpulan: gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dengan kategori lemah.