Penelitian ini membahas proses penyebaran Islam di Afrika dengan menyoroti transisi dari jalur perdagangan menuju kekuasaan politik yang berbasis Islam. Penyebaran ini berlangsung secara damai dan bertahap melalui interaksi para pedagang Muslim dari Arab, Berber, dan Persia dengan masyarakat lokal di wilayah Sub-Sahara dan pantai timur Afrika. Menggunakan pendekatan naratif dan studi pustaka, penelitian ini merekonstruksi dinamika historis islamisasi sebagai proses yang tidak hanya religius, tetapi juga sosial, politik, dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ulama, sufi, dan lembaga pendidikan seperti madrasah sangat signifikan dalam memperdalam ajaran Islam. Tarekat-tarekat sufi seperti Qadiriyah, Tijaniyah, dan Muridiyah memfasilitasi penyebaran Islam melalui pendekatan spiritual yang toleran dan adaptif terhadap budaya lokal. Di sisi lain, adopsi Islam oleh kerajaan-kerajaan seperti Mali dan Songhai memperkuat legitimasi politik serta membentuk jaringan diplomatik dengan dunia Islam. Proses ini menunjukkan bahwa Islamisasi di Afrika tidak bersifat represif, melainkan berlangsung melalui integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam struktur sosial dan budaya lokal. Katakunci: Islamisasi Afrika, Perdagangan Trans-Sahara, Tarekat Sufi.
Copyrights © 2026