Penelitian ini mengkaji Bolu Maksuba sebagai warisan kuliner Palembang yang sarat nilai historis, budaya, dan simbolik. Kue berlapis ini tidak hanya berfungsi sebagai makanan tradisional, tetapi merupakan hasil akulturasi antara budaya Melayu Palembang dan pengaruh kolonial Belanda. Teknik pembuatan yang berlapis serta penggunaan bahan tertentu menunjukkan proses adaptasi budaya yang kemudian dipadukan dengan nilai lokal dan ajaran Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Maksuba berperan sebagai simbol penghormatan, ketulusan, serta status sosial dalam berbagai ritual adat. Nilai kesabaran, kebersamaan, estetika, dan spiritualitas tercermin melalui setiap tahapan pembuatannya. Pada era modern, perubahan bahan, teknologi, serta orientasi pasar memperlihatkan pergeseran makna, dari hidangan sakral menjadi komoditas ekonomi kreatif. Namun demikian, inovasi-inovasi ini menjadi strategi pelestarian agar Maksuba tetap relevan bagi generasi muda dan menjaga identitas kuliner Palembang. Serta bagaimana narasi sejarah dan filosofi kue maksuba dapat diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran sejarah kelokalan. Kata Kunci: Kue Maksuba, akulturasi budaya, kuliner tradisional Palembang.
Copyrights © 2026