Kajian hadis tidak lagi terbatas pada pendekatan tekstual, tetapi berkembang melalui perspektif living hadis yang melihat hadis sebagai praktik sosial dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai hadis dalam adab sehari-hari melalui perspektif living hadis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai hadis berlangsung melalui tiga mekanisme utama, yaitu pembiasaan, tradisi sosial, dan interaksi sehari-hari yang berlangsung secara berkelanjutan. Nilai-nilai seperti kejujuran, sopan santun, empati, dan tolong-menolong tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi terwujud dalam bentuk adab konkret dalam kehidupan masyarakat. Dalam perspektif living hadis, nilai-nilai tersebut bertransformasi dari teks normatif menjadi praktik sosial yang hidup dan mengakar. Penelitian ini menegaskan bahwa living hadis berperan sebagai jembatan antara teks hadis dan realitas sosial, serta memiliki kontribusi penting dalam pembentukan karakter dan etika sosial di era modern. Temuan ini memperkaya kajian hadis dengan menekankan pentingnya dimensi internalisasi nilai dalam praktik adab sehari-hari.
Copyrights © 2026