ABSTRAK Dislipidemia merupakan kelainan metabolik yang ditandai ketidakseimbangan kadar lipid dan lipoprotein dalam sirkulasi darah yaitu berupa hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, peningkatan LDL, atau rendahnya kadar HDL dalam darah, yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi ini sering tidak menunjukkan gejala (silent disease) sehingga banyak kasus tidak terdeteksi secara dini. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang dislipidemia merupakan hambatan dalam implementasi strategi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Kegiatan pengabdian ini mempunyai tujuan untuk menambah pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, dampak, dan usaha promotif serta preventif terhadap dislipidemia. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan diskusi interaktif yang melibatkan 20 ibu-ibu warga Tirtasani Residence di Kabupaten Karanganyar. Desain pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pre-test dan post-test, dengan analisis data dilakukan melalui uji Wilcoxon. Terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 41,87 sebelum penyuluhan menjadi 91,87 setelah penyuluhan, dengan nilai p < 0,001. Namun, peningkatan pengetahuan memerlukan strategi intervensi berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang yang nyata dan berdampak. ABSTRACT Dyslipidemia is a metabolic disorder characterized by an imbalance in lipid and lipoprotein levels in the blood circulation, namely an hypercholesterolemia, hypertriglyceridemia, LDL or a low HDL levels in the blood, which serve as major risk factors for cardiovascular disease. This condition often presents without symptoms (a silent disease), resulting in many cases going undetected. The low level of public awareness regarding dyslipidemia remains a challenge in efforts to prevent and control non-communicable diseases. This community service activity aimed to improve public understanding of the risk factors, impacts, as well as promotive and preventive efforts related to dyslipidemia. The activity was carried out in the form of health education and interactive discussions involving 20 women residents of Tirtasani Residence, Karanganyar Regency. A pre-test and post-test design was utilized, with the Wilcoxon test applied for data analysis. The average knowledge score increased significantly from 41.87 to 91.8 following the educational session, with a p-value <0.001. However, improved knowledge requires sustained intervention strategies to drive real, long-term behavioral change with lasting impact.
Copyrights © 2026