Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan santriwati dalam menguasai maharah kalam pada lingkungan bi’ah lughawiyyah di Pesantren Babul Hikmah Kalianda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta verifikasi kesimpulan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bi’ah lughawiyyah telah berjalan secara terstruktur melalui program kebahasaan dan penyediaan input bahasa yang cukup memadai. Meskipun demikian, praktik penggunaan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari belum berlangsung optimal karena interaksi informal masih didominasi oleh bahasa Indonesia. Kesulitan santriwati dalam maharah kalam ditunjukkan oleh rendahnya keberanian berbicara, keterbatasan dalam menyampaikan gagasan secara lancar, serta belum terbiasanya penggunaan bahasa Arab dalam aktivitas harian. Faktor penyebab kesulitan meliputi aspek linguistik berupa kurang optimalnya pemanfaatan input bahasa, aspek afektif berupa kecemasan dan rendahnya kepercayaan diri, aspek pedagogis berupa dominasi metode hafalan yang kurang komunikatif, serta aspek sosial berupa pengaruh teman sebaya dan belum terbentuknya budaya bahasa yang konsisten. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola pesantren dalam mengoptimalkan program bi’ah lughawiyyah melalui penguatan praktik komunikasi, pengembangan pembelajaran komunikatif, dan pembiasaan budaya bahasa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026