Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi neurosains melalui model Brain-Based Learning (BBL) dalam pembelajaran imla’ serta dampaknya terhadap kemampuan kognitif dan hasil belajar peserta didik kelas IX di MTs Ulul Albab Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis penelitian didasarkan pada teori Brain-Based Learning dari Caine & Caine yang menekankan prinsip relaxed alertness, orchestrated immersion, dan active processing, serta teori Erik Jensen tentang pentingnya stimulasi multisensori, emosi positif, dan pengenalan pola dalam proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BBL dilakukan melalui suasana belajar yang rileks dan menyenangkan, penggunaan aktivitas auditori, visual, dan kinestetik, pengulangan bermakna, serta refleksi terhadap kesalahan penulisan. Pendekatan ini terbukti meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan pemahaman peserta didik terhadap kaidah imla’, terutama dalam membedakan hamzah washal dan hamzah qath’i. Sebelum penerapan BBL, nilai imla’ peserta didik berada pada kisaran 68–72 dengan tingkat ketuntasan sekitar 55–60%. Setelah penerapan BBL, kesalahan penulisan berkurang, ketepatan penggunaan hamzah meningkat, dan nilai peserta didik menjadi lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi neurosains melalui BBL tidak hanya meningkatkan hasil belajar imla’, tetapi juga membantu peserta didik memahami proses menulis bahasa Arab sesuai dengan cara kerja otak. Oleh karena itu, guru Bahasa Arab disarankan menerapkan pembelajaran multisensori dan reflektif, khususnya pada materi hamzah washal dan hamzah qath’i.
Copyrights © 2026