Komposisi umur tanaman merupakan salah satu aspek penting dalam sistem manajemen perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi umur tanaman yang ideal guna mencapai produksi tinggi yang stabil dalam jangka panjang. Melalui simulasi produksi selama satu siklus tanam (25 tahun) pada 13 skenario komposisi umur, dilakukan analisis menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan Metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT). Hasil analisis menunjukkan bahwa komposisi umur ideal terdiri dari 12% Tanaman Belum Menghasilkan (TBM, 0-3 tahun), 20% Tanaman Muda (TMD, 4-8 tahun), 20% Tanaman Remaja (TMR, 9-13 tahun), 28% Tanaman Dewasa (TDW, 14-20 tahun), 16% Tanaman Tua (TTA, 21-25 tahun), dan 4% Tanam Ulang (TU, >25 tahun). Komposisi ini mampu menghasilkan rerata umur tanaman (RUT) optimal sekitar 13,22 tahun dengan tingkat produksi tinggi dan fluktuasi yang rendah. Lebih lanjut, kajian ini juga menegaskan pentingnya perencanaan replanting yang sistematis dan berkelanjutan agar proporsi umur tanaman tetap seimbang, terutama bagi kebun dengan komposisi umur yang tidak ideal. Strategi ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan efisiensi produksi usaha perkebunan kelapa sawit.
Copyrights © 2026