Industri skincare di Indonesia tumbuh pesat di tengah persaingan ketat, dengan Scarlett Whitening mengalami fluktuasi penjualan meskipun pemasaran digital kuat. Penelitian ini menguji pengaruh buzz marketing, social influence, dan brand awareness terhadap keputusan pembelian produk Scarlett Whitening di Samarinda. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, penelitian ini menargetkan konsumen Samarinda dengan purposive sampling (n=190). Data primer dikumpul melalui kuesioner daring berskala Likert dan dianalisis dengan SmartPLS 4.0 berbasis PLS-SEM, meliputi evaluasi model luar/dalam dan pengujian hipotesis bootstrapping. Hasil menunjukkan buzz marketing (β=0,213, p=0,024) dan brand awareness (β=0,318, p=0,013) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sementara social influence tidak signifikan (p=0,236), secara bersama-sama menjelaskan 22,4% variasi. Kesimpulannya, strategi viral dan pengenalan merek lebih efektif mendorong perilaku konsumen dibandingkan faktor sosial di kota sekunder.
Copyrights © 2026