Kayee: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI-JUNI

Perkembangan Kerajaan Allah di Zaman Paulus

Tiara, Tiara (Unknown)
Sona, Sona (Unknown)
Sarmauli, Sarmauli (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 May 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan konsep Kerajaan Allah di zaman Paulus berdasarkan surat-suratnya, serta aplikasinya bagi kehidupan orang percaya masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Sumber data primer meliputi surat-surat Paulus dalam Perjanjian Baru serta karya teologis Donald Guthrie dan George Eldon Ladd, sedangkan sumber sekunder berupa artikel jurnal terkini yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Kerajaan Allah dalam Perjanjian Lama dan ajaran Yesus menjadi fondasi bagi pemikiran Paulus. Paulus mengembangkan pemahaman ini secara signifikan dalam tiga dimensi: eskatologis, etis, dan kristologis. Ia menggeser pemahaman Kerajaan dari eksklusivitas etnis menuju universalitas keselamatan, dengan menekankan bahwa Kerajaan Allah adalah tentang kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17). Paulus juga memahami gereja sebagai komunitas yang telah dipindahkan ke dalam Kerajaan Allah (Kolose 1:13) serta memberitakan Kerajaan sebagai tandingan terhadap klaim Kekaisaran Romawi. Kesimpulan penelitian ini adalah ajaran Paulus tentang Kerajaan Allah tetap relevan bagi orang percaya masa kini dalam menghidupi nilai-nilai Kerajaan, menjadi komunitas yang menghadirkan Kerajaan, serta hidup dalam tegangan "already but not yet" sambil bersaksi di tengah kemajemukan Indonesia.

Copyrights © 2026