Nyeri otot upper trapezius sering dialami oleh pekerja, terutama yang bekerja dalam durasi panjang dan posisi tubuh tidak ergonomis, sehingga berisiko mengalami musculoskeletal disorders (MSDs). Di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, banyak karyawan melakukan gerakan berulang dan bekerja dalam waktu lama, yang dapat menyebabkan kelelahan dan nyeri otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi kerja terhadap kelelahan (fatigue) dan hubungannya dengan nyeri otot upper trapezius. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 38 karyawan dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk nyeri dan Fatigue Assessment Scale (FAS) untuk kelelahan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata durasi kerja responden adalah 6,61 ± 2,354 jam dan skor kelelahan rata-rata 35,13 ± 7,591. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi kerja dan kelelahan (p = 0.000), yang menunjukkan korelasi kuat. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara durasi kerja dan fatigue yang berdampak pada nyeri otot upper trapezius. Disarankan agar karyawan menerapkan postur kerja ergonomis dan melakukan peregangan secara rutin untuk mencegah kelelahan otot.
Copyrights © 2026