Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan dalam kategori sayuran yang banyak dipilih petani Indonesia, mengingat manfaat multifaset serta potensi pemasukan ekonomi yang signifikan. Salah satu aspek terpenting yang memengaruhi perkembangan vegetatif tanaman cabai merah adalah media tanam yang digunakan. Kajian ini dirancang guna mengevaluasi respons pertumbuhan cabai merah pada berbagai jenis media tanam. Metode penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK), menggunakan satu faktor dengan tiga kali pengulangan dan empat variasi perlakuan: P0 (tanah sebanyak 1.500 g sebagai kontrol), P1 (tanah 1.500 g, pupuk kandang 500 g, arang sekam padi 500 g), P2 (tanah 1.500 g, pupuk kandang 500 g, serbuk sabut kelapa 500 g), serta P3 (tanah 1.500 g, pupuk kandang 500 g, arang sekam padi 500 g, dan serbuk sabut kelapa 500 g). Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk menilai perbedaan antarperlakuan. Temuan ANOVA menampilkan adanya variasi yang signifikan pada tinggi batang (dengan nilai 5,58 ≥ 3,49) dan jumlah daun (14,06 ≥ 3,49) yang tumbuh pada media tanam berbeda. Hasil uji lanjutan Duncan menunjukkan bahwa perlakuan P1 (tanah, pupuk kandang, arang sekam padi) menghasilkan tinggi batang rata-rata tertinggi, yakni 7 cm, sekaligus jumlah daun terbanyak rata-rata, yaitu 9 helai. Kombinasi media tanam P1 terbukti paling efektif dalam mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif media tanam yang optimal.
Copyrights © 2026