Sumber utama dari permasalahan sampah adalah metode pengelolaan yang dilakukan masih bersifat tradisional yaitu dengan metode end of pipe. Dimana proses pengelolaan sampah bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sektor pariwisata dan pertanian menjadi salah satu faktor penyumbang timbulan sampah Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan perubahan paradigma pengelolaannya. Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pengelolaan sampah berbasis sumber berbasis Reduce, Reuse, dan Recycle yang dilakukan melalui penyelenggaraan Tempat Pengelolaan Sampah berbasi 3R (TPS 3R). Desa Ayunan merupakan salah satu Desa di Kabupaten Badung Bali yang saat ini sedang merencanakan pembangunan TPS 3R. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan dan kompisis sampah serta menganalisis perencanaan TPS 3R di Desa Ayunan. Metode perhitungan timbulan dan komposisi sampah berdasarkan SNI 19-3964-1994. Sedangkan analisis perencanaan TPS 3R menggunakan 3 pendekatan yaitu penetapan lokasi, sistem pengelolaan sampah dan desain TPS 3R. Timbulan sampah di Desa Ayunan sebesar 0,522 kg/o/h atau 0,008 m3/orang/hari. Timbulan tersebut terdiri dari sampah organik sebesar 0,384 kg/o/h atau 0.004 m3/orang/hari dan sampah anorganik sebesar 0,138 kg/o/h atau 0,004 m3/orang hari. Komposisi sampah organik terdiri dari 23.43% sampah makanan dan 76.57% sampah kebun. Sedangkan komposisi sampah anorganik terdiri dari 83.66% sampah plastik, 0.42% sampah karet 1.37% sampah logam, 14.55% sampah kertas/ karton. TPS 3R Desa Ayunan direncanakan seluas 300 m2 dengan pembagian area yaitu sebagai berikut Area Penerimaan dan Pemilahan (30 m2), Area Pengomposan (120 m2), Area Pengayakan dan Pengemasan (45 m2), Gudang Peralatan (30 m2), Gudang Produk Kompos (15 m2), Gudang Anorganik Ekonomis (15 m2) , Area Penumpukan Residu (15 m2), dan Kantor (30 m2).
Copyrights © 2026