Latar belakang. Peningkatan penggunaan perangkat digital pada anak dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya pada perkembangan sosioemosional. Masa kanak-kanak merupakan periode kritis dalam pembentukan kemampuan sosial, regulasi emosi, dan hubungan interpersonal, sehingga paparan layar yang berlebihan berpotensi mengganggu proses tersebut. Tujuan. Meninjau dampak screen time terhadap perkembangan sosial dan emosional anak berdasarkan literatur ilmiah terkini. Metode. Penulisan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka dengan menelaah artikel yang diterbitkan antara tahun 2020–2024 melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, The Cochrane Library, dan portal jurnal pediatrik nasional yang membahas hubungan antara durasi screen time dan fungsi sosioemosional anak. Hasil. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa screen time berlebihan berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan emosi dan perilaku, penurunan kualitas tidur, serta masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan gangguan pemusatan perhatian. Sebaliknya, paparan media digital yang bersifat edukatif dan disertai pendampingan orang tua dapat mendukung perkembangan sosial, bahasa, dan kognitif anak.Kesimpulan. Dampak screen time terhadap perkembangan sosioemosional anak bersifat dua arah, bergantung pada durasi, kualitas konten, dan keterlibatan orang tua. Pembatasan screen time sesuai usia, peningkatan literasi digital keluarga, dan pola asuh suportif diperlukan untuk memaksimalkan manfaat serta meminimalkan risikonya.
Copyrights © 2026