Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Structural Model of Maternal Behavior in Community Setting to Prevent Low Birth Weight in East Nusa Tenggara, Indonesia Anggrahini, Simplicia Maria; Notobroto, Hari Basuki; Irwanto, Irwanto; Suryawan, Ahmad
Folia Medica Indonesiana Vol. 56, No. 1
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low birth weight (LBW) is still a magnitude problem in Indonesia with a multifactorial causes. Studies revealed that one of cause of LBW-infants birth is mother's behavior in treating her pregnancy, including traditional pregnancy care practices. The purpose was to develop the structural model on community setting that might describe the LBW infants-birth. A case-control study on 50 post-partum mothers with LBW and 50 with normal birthweight infants was held in Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia, November 2016 - May 2017. Mother who have spontaneous birth, singleton, and received integrated ANC were inlcuded. Several data such as maternal characteristics, pregnancy knowledge, perceived behavioral control (PBC), maternal health status, obedience to traditional pregnancy care, were collected using questionnaire and medical records tracing. Statistical analysis was performed using path analysis from SmartPLS 3.2.7 and considered significant path when the coefficients were not zero with P value <0.05. Outer and inner model analysis showed two significant paths, both are come from maternal characteristic that influence the LBW infants-birth through pregnancy knowledge (0.489, P=0.000) and PBC (0,425, P=0,000). In the first path, PBC affect maternal health status (0.217, P=0.021) which in turn will cause LBW (0.201, P=0.001). The second path, PBC affect the obedience to traditional pregnancy care (0.474, P=0.000) and then influence to LBW (0.316, P=0.000). As conclusion, maternal characteristics, pregnancy knowledge, PBC, maternal health status, and obedience to traditional pregnancy care are key points that might be used as a significant variables in preventing LBW-infants birth.
Dampak Screen Time terhadap Perkembangan Sosioemosional Anak Karambe, Yunita Astari; Anggrahini, Simplicia Maria; Nalley, Samuel Willem
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.435-42

Abstract

Latar belakang. Peningkatan penggunaan perangkat digital pada anak dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya pada perkembangan sosioemosional. Masa kanak-kanak merupakan periode kritis dalam pembentukan kemampuan sosial, regulasi emosi, dan hubungan interpersonal, sehingga paparan layar yang berlebihan berpotensi mengganggu proses tersebut. Tujuan. Meninjau dampak screen time terhadap perkembangan sosial dan emosional anak berdasarkan literatur ilmiah terkini. Metode. Penulisan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka dengan menelaah artikel yang diterbitkan antara tahun 2020–2024 melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, The Cochrane Library, dan portal jurnal pediatrik nasional yang membahas hubungan antara durasi screen time dan fungsi sosioemosional anak. Hasil. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa screen time berlebihan berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan emosi dan perilaku, penurunan kualitas tidur, serta masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan gangguan pemusatan perhatian. Sebaliknya, paparan media digital yang bersifat edukatif dan disertai pendampingan orang tua dapat mendukung perkembangan sosial, bahasa, dan kognitif anak.Kesimpulan. Dampak screen time terhadap perkembangan sosioemosional anak bersifat dua arah, bergantung pada durasi, kualitas konten, dan keterlibatan orang tua. Pembatasan screen time sesuai usia, peningkatan literasi digital keluarga, dan pola asuh suportif diperlukan untuk memaksimalkan manfaat serta meminimalkan risikonya.