Latar belakang. Nutrisi dan tidur sangat memengaruhi kesehatan maupun tumbuh kembang anak. Prevalens stunting nasional Indonesia tahun 2023 (21,5%) masih di atas target pemerintah (14%) dan prevalens gangguan tidur anak menurut beberapa studi cukup tinggi (31%-75,6%). Beberapa studi mengaitkan status nutrisi yang tidak normal dengan gangguan tidur yang lebih tinggi, tetapi penelitian yang sudah ada belum dilakukan dalam skala nasional, cakupan usianya sempit, dan hasilnya bervariasi.Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara status nutrisi dan gangguan tidur pada anak Indonesia usia 6 bulan sampai 12 tahun.Metode. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder dari studi South East Asian Nutrition Surveys II (SEANUTS II) yang diambil tahun 2019-2020. Subjek penelitian ini adalah anak usia 6 bulan sampai 12 tahun di 46 kabupaten dari 34 provinsi Indonesia. Penilaian status nutrisi menggunakan pengukuran dan skor z indeks antropometri berat badan terhadap umur (BB/U), indeks tinggi badan terhadap umur (TB/U), dan indeks berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB), dan indeks massa tubuh terhadap usia (IMT/U) sedangkan penilaian gangguan tidur menggunakan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ) dan Sleep Disturbance Scale for Children (SDSC).Hasil. Besar sampel yang diinklusi adalah 3463 anak. Jumlah anak dengan status nutrisi tidak normal adalah 35,4% (n=1227). Kategori status nutrisi tidak normal dengan persentase total terbesar adalah pendek (stunted), yaitu 21,4% (n=741). Persentase gangguan tidur subjek sebesar 23% (n=485) pada usia <5 tahun dan 40,3% (n=546%) pada usia ?5 tahun, dengan total 29,8% (n=1031). Analisis bivariat melalui uji Chi-Square tidak menunjukkan hubungan signifikan antara status nutrisi dan gangguan tidur, baik pada usia 0,5-2,9 tahun (p=0,312) dan 3-12,9 tahun (p=0,142).Kesimpulan. Status nutrisi tidak normal dan gangguan tidur ditemukan cukup tinggi, tetapi tidak ditemukan hubungan statistik yang signifikan antara status nutrisi dan gangguan tidur pada anak Indonesia usia 6 bulan sampai 12 tahun.
Copyrights © 2026