Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana BPBD Kabupaten OKU menjalankan manajemen pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap dua orang petugas BPBD OKU, yaitu Tiara (Penelaah Teknis Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan) dan Wandi (Tim Pusdalog). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa BPBD OKU telah menjalankan program sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana, pemasangan sistem peringatan dini di titik-titik strategis, serta membangun jaringan relawan di 9 kecamatan. Banjir besar tahun 2024 yang melanda 11 dan 13 kecamatan dan menewaskan 6 orang menjadi momentum penting perbaikan sistem penanggulangan bencana. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan SDM dan peralatan, serta perilaku masyarakat yang masih kurang peduli terhadap lingkungan. BPBD berharap masyarakat OKU ke depan semakin mandiri dan siap siaga dalam menghadapi bencana banjir.
Copyrights © 2026