Sebagai salah satu penyakit kronis tidak menular, diabetes melitus (DM) memiliki prevalensi yang terus mengalami peningkatan dan dapat memicu komplikasi berat apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara optimal. Keberhasilan pengendalian DM sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani manajemen penyakit, yang meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik teratur, kepatuhan terhadap pengobatan, serta pemantauan kadar glukosa darah. Peran dukungan keluarga diduga dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalankan manajemen diabetes melitus, namun bukti empiris dari penelitian sebelumnya belum menunjukkan keseragaman hasil. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan manajemen diabetes melitus pada pasien di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 42 responden yang merupakan pasien diabetes melitus ditetapkan sebagai sampel melalui teknik accidental sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan instrumen Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA), kemudian dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden dalam penelitian ini menunjukkan tingkat dukungan keluarga dan kepatuhan manajemen diabetes melitus yang termasuk dalam kategori sedang hingga baik. Hasil uji statistik memperlihatkan nilai p-value sebesar 0,859 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan manajemen diabetes melitus. Dengan demikian, kepatuhan pasien diduga lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti motivasi diri, pengalaman penyakit, tingkat self-efficacy, serta dukungan dari tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026