Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kontekstualisasi Teori Bourdieu dalam Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Habibi, Najib; Sholikha, Mar'atus
DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Dimar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Mubarok Bandar Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58577/dimar.v6i2.397

Abstract

This study explores the contextualization of Pierre Bourdieu’s theoretical framework—particularly the concepts of habitus, capital, and field—in the formation of students’ (santri) character within Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia. Amidst the growing discourse on character education and its integration into Islamic institutions, the research addresses the gap in understanding how structural and cultural dimensions influence santri development. The central problem investigated is how Bourdieu’s sociological concepts can be interpreted and applied to strengthen character education in pesantren settings. Employing a qualitative approach with a phenomenological design, the study draws data from observations, interviews, and documentation in selected pesantren. The findings reveal that character formation in santri is significantly shaped by the interaction between religious-cultural values (habitus), the accumulation of religious and social capital, and the power dynamics within the pesantren environment (field). These elements work collectively to internalize discipline, humility, independence, and spiritual resilience among santri. The study offers theoretical contributions by aligning Western sociological theory with local Islamic educational practices and provides practical insights for pesantren leaders to consciously cultivate positive habitus among students. It concludes that Bourdieu’s framework offers a robust lens for analyzing and enhancing character education in pesantren contexts.
Aksiologi Metode Amtsilati sebagai Fondasi dalam Memahami Al-Qur'an dan Hadits Habibi, Najib; Sholikha, Mar'atus
NABAWI: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Nabawi: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma'arif Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek aksiologis dari metode Amtsilati dalam pembelajaran ilmu alat sebagai fondasi untuk memahami Al-Qur’an dan Hadits. Metode Amtsilati dikenal sebagai pendekatan praktis dan aplikatif dalam pengajaran gramatika Arab (nahwu dan sharaf) yang disusun oleh KH. Taufiqul Hakim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Amtsilati tidak hanya efektif dalam membangun pemahaman kebahasaan terhadap teks-teks keislaman, tetapi juga memiliki dimensi aksiologis yang kuat dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu mengaplikasikan pemahaman tersebut secara fungsional dalam kehidupan beragama. Aksiologi metode ini terwujud melalui internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak, kemandirian belajar, serta peningkatan literasi keagamaan. Dengan demikian, metode Amtsilati dapat dijadikan sebagai fondasi yang komprehensif dalam memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan Hadits secara kontekstual dan aplikatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR Sholikha, Mar'atus; Andriani Kumala Dewi, Ririn; Hadiansah, Dede
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23157

Abstract

This research aims to analyze the influence of the discovery learning model on students' independence and learning outcomes in science learning in the fifth grade of elementary school. The background of this research is the importance of learning independence and good learning outcomes in facing the challenges of 21st-century education. The discovery learning model is considered one approach that can improve students independence and learning outcomes. This study used a quantitative method with an empiricism positivism approach. Data were collected through tests and questionnaires given to fifth-grade students of SD NU Kaplongan. Data analysis was performed using descriptive and inferential statistics. The results showed that there was a significant influence between the discovery learning model on students' learning independence. This is evidenced by the significance value (Sig. (2-tailed)) 0.000 < α 0.05. In addition, there is a significant influence between the discovery learning model on student learning outcomes with a Sig value. (2-tailed) of 0.021 < α 0.05. Furthermore, learning independence also influences the improvement of student learning outcomes with a significance value of 0.009 < 0.05. Based on the results of this study, it can be concluded that the discovery learning model has a positive influence on students independence and learning outcomes in fifth-grade science learning. This model can be an effective alternative to improve the quality of science learning in elementary schools.
HUBUNGAN ANATARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MANAJEMEN DIABETES MELITUS Sholikha, Mar'atus
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1257

Abstract

Sebagai salah satu penyakit kronis tidak menular, diabetes melitus (DM) memiliki prevalensi yang terus mengalami peningkatan dan dapat memicu komplikasi berat apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara optimal. Keberhasilan pengendalian DM sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani manajemen penyakit, yang meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik teratur, kepatuhan terhadap pengobatan, serta pemantauan kadar glukosa darah. Peran dukungan keluarga diduga dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalankan manajemen diabetes melitus, namun bukti empiris dari penelitian sebelumnya belum menunjukkan keseragaman hasil. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan manajemen diabetes melitus pada pasien di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 42 responden yang merupakan pasien diabetes melitus ditetapkan sebagai sampel melalui teknik accidental sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan instrumen Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA), kemudian dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden dalam penelitian ini menunjukkan tingkat dukungan keluarga dan kepatuhan manajemen diabetes melitus yang termasuk dalam kategori sedang hingga baik. Hasil uji statistik memperlihatkan nilai p-value sebesar 0,859 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan manajemen diabetes melitus. Dengan demikian, kepatuhan pasien diduga lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti motivasi diri, pengalaman penyakit, tingkat self-efficacy, serta dukungan dari tenaga kesehatan.