Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat turut menyebabkan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular (PTM), terutama hipertensi dan diabetes. Pemerintah sebenarnya telah mengembangkan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai langkah pencegahan, tetapi pelaksanaan program tersebut di tingkat desa, khususnya melalui Posbindu PTM, masih menghadapi berbagai kendala. Hambatan yang muncul antara lain minimnya partisipasi masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas, serta kurang optimalnya koordinasi dan sosialisasi program. Kajian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi kebijakan Germas dalam pencegahan PTM di Desa Wage, Kabupaten Sidoarjo, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan dari Merilee S. Grindle yang berfokus pada aspek kekuasaan, kepentingan, dan strategi aktor. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian memperlihatkan jika implementasi Germas telah memberi dampak positif melalui keterlibatan berbagai pihak dan meningkatnya kesadaran masyarakat, namun efektivitas program dan tingkat partisipasi masyarakat masih belum merata. Oleh sebab itu, dibutuhkan penguatan implementasi kebijakan serta peningkatan sinergi antar pelaksana program.
Copyrights © 2026