Pembelajaran bahasa Arab menghadapi banyak problematika, melalui model pembelajaran berbasis multiliterasi, dapat melatih kemampuan siswa jadi lebih aktif, kreatif, produktif serta lebih bermakna dalam kemampuan menerjemah buku-buku berbahasa Arab. Tujuan penelitian ini menjelaskan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi model pembelajaran bahasa arab berbasis mulitiliterasi untuk meningkatkan kemampuan menerjemah santri Pesantren Kreatif Baitul Kilmah Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan model multiliterasi yang diterapkan adalah Multiliterasi Transformasi sebagai berikut: 1) Perencanaan model pembelajaran; (a) penekanan visi misi untuk memperbanyak karya terjemahan. (b) menguasai ilmu menulis, (c) menguasai bahasa Indonesia, (d) menguasai bahasa Arab, (e) menguasai berbagai disiplin ilmu, dan (f) mengakses isu-isu terkini. 2) Penerapan dilaksanakan dengan mengelompokkan santri menjadi dua kelompok, yaitu santri yang masih sekolah dan santri mahasiswa. Pembelajaran bahasa arab bagi santri sekolah yaitu belajar ringkasan jurumiyah, tashrif, kursus bahasa arab, praktik pidato dan hiwar. Sedangkan bagi santri mahasiswa dilakukan dengan; (a) Membangun fondasi kuat, motivasi dan minat siswa, (b) Melakukan penyederhanaan terhadap ilmu alat (nahwu, sharaf, mufradat atau kosa kata bahasa Arab), santri menyusun terjemahan sesuai kaidah bahasa Indonesia, jika kalimat panjang, maka dilakukan pemotongan menjadi sebelas kata.(c) Mengarahkan orientasi siswa pada praktek dan karya nyata, dan (d) Menjalin kerjasama intensif dengan penerbitan. 3) Proses evaluasi yaitu memperbanyak dan menyetorkan naskah hasil terjemahan untuk dikoreksi pengasuh dan guru secara langsung. Jika penerjemahan selesai, naskah diberikan ke penerbitan untuk diterbitkan dan dijual.
Copyrights © 2026