Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan Objek Wisata Kali Lantariri di Kecamatan Wolowa Kabupaten Buton berdasarkan pendekatan 4A (attraction, accessibility, amenity, dan ancillary). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa telah mengacu pada komponen 4A, namun implementasinya belum optimal. Pada aspek attraction, pengembangan masih bertumpu pada potensi alam tanpa diversifikasi atraksi. Pada aspek accessibility, akses utama relatif baik, namun akses internal masih terbatas. Pada aspek amenity, fasilitas pendukung belum memadai dan menjadi kendala utama dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan. Sementara itu, pada aspek ancillary, belum terdapat kelembagaan pengelola wisata yang profesional serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam pelayanan wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan objek wisata Kali Lantariri masih menghadapi kendala struktural dan manajerial, sehingga diperlukan strategi yang lebih terintegrasi, khususnya dalam penguatan fasilitas, kelembagaan, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian pariwisata berbasis desa dengan menegaskan pentingnya implementasi konsep 4A secara seimbang dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026