Hemodialisis atau cuci darah merupakan prosedur medis untuk menggantikanfungsi ginjal dalam menyaring darah dari zat sisa dan racun. Di Indonesia, semakin banyakanak muda yang harus menjalani prosedur ini akibat pola hidup yang tidak sehat, sepertikonsumsi makanan tinggi gula dan garam, kurang minum air, serta minimnya aktivitasfisik. Untuk meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal,diperlukan media yang informatif dan menarik, seperti video animasi edukatif. Dalamproduksi animasi, proses editing memegang peranan penting dalam membentuk alurcerita yang kuat, ritme yang sesuai, serta penyampaian pesan yang jelas. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui survei, wawancara, dan studipustaka untuk merancang dan menyusun proses editing yang efektif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemilihan transisi visual, sinkronisasi audio, serta penekanan padamomen emosional sangat berpengaruh dalam meningkatkan daya tarik dan pemahamanaudiens. Dengan penyuntingan yang tepat, animasi edukatif dapat menjadi saranakomunikasi yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran pola hidup sehat dan mencegahhemodialisis di usia mudaKata Kunci : Animasi, Cuci darah, Editing, Usia muda
Copyrights © 2026