Penelitian ini menyelidiki kesalahan tata bahasa yang paling sering dilakukan oleh mahasiswa Indonesia dalam penulisan bahasa Inggris dengan menggunakan Grammarly sebagai alat diagnostik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori tata bahasa mana yang paling bermasalah bagi pembelajar serta memberikan wawasan pedagogis untuk pengajaran tata bahasa di kelas TEFL. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan kuesioner daring dan tugas menulis yang dikumpulkan oleh 20 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Permasalahan tata bahasa dianalisis berdasarkan umpan balik dari Grammarly dalam tujuh kategori utama: artikel, tenses (waktu), kesesuaian subjek dan kata kerja, preposisi, struktur kalimat, kata ganti, dan tanda baca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan artikel merupakan yang paling sering terjadi, diikuti oleh kesalahan tenses dan tanda baca. Temuan ini mengonfirmasi penelitian sebelumnya mengenai pengaruh interferensi bahasa pertama (L1) serta ketiadaan padanan artikel dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini mendukung relevansi teori Interlanguage dan Analisis Kesalahan dalam memahami kesulitan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Integrasi alat umpan balik digital seperti Grammarly terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran pembelajar terhadap penggunaan tata bahasa, meskipun tindak lanjut pedagogis tetap diperlukan. Penelitian ini merekomendasikan pengajaran tata bahasa yang lebih terfokus sesuai kebutuhan pembelajar Indonesia serta penelitian lanjutan yang membandingkan umpan balik otomatis dan manusia.
Copyrights © 2026